Gigi Palsu

Pernah terbayang kalau kita tua nanti akan memakai gigi tiruan/ gigi palsu? Pastinya kita semua pernah melihat nenek, kakek atau orang tua kita memakai gigi palsu. Kebutuhan setiap orang untuk memakai gigi palsu cukup beragam, mulai dari kebutuhan untuk menggantikan gigi yang telah hilang, menggantikan gigi yang telah rusak dan dijadikan tanda status sosial yang sering kita dengar di daerah Madura.
Oleh karena itu tidak mengherankan jika gigi tiruan dengan bahan alloy emas banyak dipakai oleh kalangan tertentu meskipun secara estetika kurang sesuai.

Secara umum gigi palsu yang pada dunia kedokteran gigi lebih dikenal sebagai gigi tiruan dibedakan menjadi dua yaitu gigi tiruan lepasan (GTL) dan gigi tiruan cekat (GTC). Gigi tiruan lepasan adalah gigi tiruan yang dapat dilepas dan dipasang oleh pengguna. Sedangkan gigi tiruan cekat adalah gigi tiruan yang tidak dapat dilepas atau dipasang sendiri oleh pengguna.
Untuk lebih jelasnya bisa saya jelaskan seperti berikut:

1. Gigi Tiruan Sebagian
Yaitu gigi tiruan yang menggantikan satu atau lebih gigi di dalam lengkung rahang. Ada dua macam gigi tiruan sebagian yaitu (1) Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, yaitu GTS yang bisa dilepas dengan mudah baik oleh pasien maupun oleh dokter gigi. (2) Gigi Tiruan Sebagian Cekat, yaitu GTS yang dalam penggunaannya tidak bisa dilepas dengan mudah oleh pasien.

2. Gigi Tiruan Lengkap
Yaitu gigi tiruan yang menggantikan seluruh gigi dalam satu lengkung rahang maupun seluruh rahang di dalam rongga mulut

Bahan Gigi Tiruan

Bahan yang biasa digunakan untuk membuat gigi tiruan adalah logam, akrilik dan porselen. Adapun logam yang biasa dipakai adalah alloy emas, alloy chromium cobalt, dan alloy chromium nikel. Ketiga bahan gigi tersebut dapat dipilih sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan ketersediaan biaya.

Halitosis
Halitosis atau napas yang kurang sedap, penyebab dari masalah napas kurang sedap ini, menurut Dr. Robert bisa terjadi karena adanya mikro organisme pada permukaan Iidah yang banyak menghasilkan VSC atau Volatile Sulfur Compound yang merupakan senyawa sulfur mudah menguap serta berbau tidak sedap. Yang terpenting untuk menghindari masalah ini adalah melakukan perawatan kesehatan dan kebersihan secara menyeluruh di semua bagian rongga mulut setiap hari.
Untuk masalah Halitosis yang cukup ekstrim, ahli Halitosis akan menganjurkan bahan-bahan pembantu yang bentuknya seperti odol, obat kumur dan gel yang berfungsi mengubah VSC menjadi tidak berbau. Untuk itu, pertama-tama dokter akan mengukur bau napas anda salah satu cara dengan alat Halimeter. kadang masalah gigi tiruan sangan berhubungan dengan bau mulut, oleh karena itu sangat dianjurkan untuk rekan-rekan yang memakai gigi palsu untuk membersihkan dengan ekstra gigi dan mulut agar tidak terjadi bau mulut, ya walaupun sebenarnya bau mulut tidak bisa kita hindari tapi setidaknya kita mengurangi bau yang kurang sedap itu. Karena pemakaian gigi tiruan merupakan memasang benda asing didalam rongga mulut kita. secara alamiah gigi tiruan tidak dapat meniru gigi asli kita secara untuh seperti mekanisme self cleansing, yaitu pembersihan yang dilakukan oleh pasangan gigi dan gusi.
Jadi apakah anda menunggu untuk dipasang gigi tiruan ato mulai menjaga kesehatan gigi dan mulut anda mulai dari sekarang?

n.b: sekedar info saja kalau harga gigi tiruan tidaklah murah, dan perlu ekstra dana dan waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bukan hanya pada saat membuat namun untuk seterusnya selama anda memakai gigi tiruan. Saya tidak membahas masalah harga disini karena harga akan bervariasi untuk disetiap dokter gigi.









Silahkan Copy Paste

Banyak blogger yang sangat protek dengan hasil karya mereka dan tidak segan - segan memasang larangan unutuk copy paste tulisan yang mereka buat dengan susah payah. Namun kenapa disini judulnya "Silahkan Copy Paste"? Ada apa dengan saya yang aneh sendiri dan tidak mendukung gerakan Anti copy paste, disini saya akan mengklarifikasi pernyataan saya. (wew udah seperti masalah serius nih perlu klarifikasi hehehe)


Kalau ditanyakan apakah saya mendukung gerakan copy paste? tidak juga, sebenarnya saya netral saja dan menganggap semua itu adalah hak dari empunya blog masing-masing. Saya tidak akan menganjurkan untuk mengcopy paste setiap bahan yang ada di internet dan tidak juga melarang untuk tindakan copy paste tersebut. Namun di www.kesehatangigi.blogspot.com alias di blog ini anda dipersilahkan untuk copy paste sepuasnya melampiaskan kerinduan anda untuk mengcopy paste hehehe. Mengapa saya memperbolehkan copy paste disini karena saya membuat blog ini adalah untuk media informasi kepada teman - teman. jadi kalau ga boleh dicopy paste ntar mahal dunk bayar warnetnya hehehehe. lagi pula tidak adil rasanya kita melarang pengunjung mengcopy paste artikel kita, sedangkan berbagai situs dengan bebas dan secara full mengumbar artikel dan tulisan kita seperti : feedburner, technoraty, google, dll. Dimana situs - situs tersebut lebih rakus mengcopy paste dari pada pengunjung setia blog kita ( yang setuju angkat tangan dunk hehe...). Nah sekarang apakah kita lebih sayang kepada web yang dalam nota benenya robot dari pada sesama manusia? dan apa tujuan kita mempublikasikan tulisan kita diinternet kalau tidak boleh dilihat atau dibagi dengan orang lain, kan lebih baik disimpan dalam hati saja :) atau diketik manual dan simpan baik - baik dalam lemari. Rasanya itu aja deh alasan saya untuk memperbolehkan anda sekalian untuk mengcopy paste semua artiel disini :). Dan kalau ada yang mau mempubliasikan lagi dalam blognya saya persilahkan. Kalau masih ada rasa tanggung jawab dan kode etik ya bisa diberikan alamat suber anda mengcopy paste aryikel tersebut, bukan hanya untuk di kesehatangigi.blogspot.com saja namun untuk blog atau web yang lain juga.
Mulailah belajar menjadi orang yang bertanggung jawab dan saling menghargai.

Sumpah Dokter


Beberapa kasus didunia medis sekarang ini terlihat sangat tidak berprikemanusiaan, sebagai contoh pasien yang sampai meninggal karena tidak diterima di RS karena berbagai alasan. Apakah nyawa manusia sangat tidak ada artinya sekarang ini? sungguh bertolak belakang dengan teori maupun sumpah yang telah diucapkan seorang dokter pada saaat akan menjalani profesi dokter. Atau sekarang ini memang uang lebih penting dari nyawa manusia?


Sekedar mengingatkan isi sumpah dokter ataupun teman-teman non medis agar tau apa sih isi dari sumpah dokter itu.berikut saya kutipkan sumpah dokter. Kalau dari teman-teman yang berhadapan dengan masalah dibidang medis dan rasanya dokter telah melanggar sumpahnya mohon diingatkan untuk masa depan dunia medis indonesia agar tidak tercemar dengan kelakuan-kelakuan yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan uang saja.

Sumpah Dokter Indonesia adalah sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa (1948) yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates.

Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah mengalami perbaikan pada 1983 dan 1993.


Demi Allah, saya bersumpah bahwa :

Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan bermoral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;

Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbang an keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.


Demikian lah isi dari sumpah tersubut, berapa persenkah dokter yang benar2 mematuhi dan dengan hati yang tulus iklas menjalankan sumpah tersebut.

WikiNotes for Android: Routing Intents

In the last article, we talked about using Linkify to turn wiki words (those that match a regular expression we defined) into a content: URI and defining a path to data that matched a note belonging to that wiki word. As an example, a matching word like ToDoList would be turned into a content: URI like content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/ToDoList and then acted upon using the VIEW action from the Linkify class.



This article will examine how the Android operating system takes this combination of VIEW action and content: URI and finds the correct activity to fire in order to do something with the data. It will also explain how the other default links created by Linkify, like web URLs and telephone numbers, also result in the correct activity to handle that data type being fired. Finally, this article will start to examine the custom ContentProvider that has been created to handle WikiNotes data. The full description of the ContentProvider and what it does will span a couple more articles as well, because there is a lot to cover.



The Linkify-calls-intent Workflow


At a high level, the steps for Linkify to invoke an intent and for the resulting activity (if any) to handle it looks like this:




  1. Linkify is invoked on a TextView to turn matching text patterns into Intent links.

  2. Linkify takes over monitoring for those Intent links being selected by the user.

  3. When the user selects a link, Linkify calls the VIEW action using the content: URI associated with the link.

  4. Android takes the content: URI that represents the data, and looks for a ContentProvider registered in the system that matches the URI.

  5. If a match is found, Android queries the ContentProvider using the URI, and asks what MIME type the data that will be returned from the URI is.

  6. Android then looks for an activity registered in the system with an intent-filter that matches both the VIEW action, and the MIME type for the data represented by the content: URI.

  7. Assuming a match is found, Linkify then invokes the intent for the URI, at which point the activity takes over, and is handed the content: URI.

  8. The activity can then use the URI to retrieve the data and act on it.



If this sounds complicated, it really is a simpler process than it sounds, and it is quite lightweight as well. Perhaps a more understandable statement about how it works might be:



Linkify is used to turn matching text into hot-links. When the user selects a hot-link, Android takes the data locator represented by the hot-link and looks for a data handler for that data locator. If it finds one, it asks for what type of data is returned for that locator. It then looks for something registered with the system that handles that type of data for the VIEW action, and starts it, including the data locator in the request.



The real key here is the MIME type. MIME stands for Multipurpose Internet Mail Extensions - a standard for sending attachments over email. The MIME type (which is the part Android uses) is a way of describing certain kinds of data. That type is then used to look for an Activity that can do something with that data type. In this way, ContentProviders and Activities (or other IntentReceivers) are decoupled, meaning that a given Content URI might have a different ContentProvider to handle it, but could still use the same MIME type meaning that the same activity could be called upon to handle the resulting data.



Linkify on a Wiki Word



Using the above workflow, let's take a look at exactly how the process works in WikiNotes for Android:



First, Linkify is used to turn text matching the wiki word regular expression into a link that provides a Content URI for that wiki word, for example content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/ToDoList.



When the user clicks on the wiki word link, Linkify invokes the VIEW action on the Content URI. At this point, the Android system takes over getting the Intent request to the correct activity.



Next, Android looks for a ContentProvider that has been registered with the system to handle URIs matching our Content URI format.



In our case, we have a definition inside our application in the AndroidManifest.xml file that reads:



<provider name="com.google.android.wikinotes.db.WikiNotesProvider" 
android:authorities="com.google.android.wikinotes.db.wikinotes" />


This establishes that we have a ContentProvider defined in our application that provides the "root authority": com.google.android.wikinotes.db.wikinotes. This is the first part of the Content URI that we create for a wiki word link. Root Authority is just another way of thinking about a descriptor that is registered with Android to allow requests for certain URLs to be routed to the correct class.



So, the whole definition is that a class called com.google.android.wikinotes.db.WikiNotesProvider is registered with the system as able to handle the com.google.android.wikinotes.db.wikinotes root authority (i.e. URIs starting with that identifier).



From here, Android takes the rest of the URI and present it to that ContentProvider. If you look at the WikiNotesProvider class and scroll to the very bottom - the static block there, you can see the pattern definitions to match the rest of the URL.



In particular, take a look at the two lines:



URI_MATCHER.addURI(WikiNote.WIKINOTES_AUTHORITY, "wikinotes", NOTES);
URI_MATCHER.addURI(WikiNote.WIKINOTES_AUTHORITY, "wikinotes/*", NOTE_NAME);


These are the definitions of URIs that our ContentProvider recognizes and can handle. The first recognizes a full URI of content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes and associates that with a constant called NOTES. This is used elsewhere in the ContentProvider to provide a list of all of the wiki notes in the database when the URI is requested.



The second line uses a wildcard - '*' - to match a request of the form that Linkify will create, e.g. content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/ToDoList. In this example, the * matches the ToDoList part of the URI and is available to the handler of the request, so that it can fish out the matching note for ToDoList and return it as the data. This also associates that match with a constant called NOTE_NAME, which again is used as an identifier elsewhere in the ContentProvider.



The other matches in this static block are related to forms of searching that have been implemented in the WikiNotes for Android application, and will be covered in later articles. Likewise, how the data is obtained from this matching pattern will be the subject of the next article.



For right now we are concerned with the MIME type for the URI. This is defined in the getType() method also in the WikiNotesProvider class (about half way through the file). Take a quick look at this. The key parts for now are:



case NOTES:
return "vnd.android.cursor.dir/vnd.google.wikinote";


and

case NOTE_NAME:
return "vnd.android.cursor.item/vnd.google.wikinote";


These are the same constant names we defined in our pattern matchers. In the first case, that of the all notes URI, the MIME type returned is vnd.android.cursor.dir/vnd.google.wikinote which is like saying an Android list (dir) of Google wiki notes (the vnd bit is MIME speak for "vendor specific definition"). Likewise, in the case of a NOTE_NAME match, the MIME type returned is vnd.android.cursor.item/vnd.google.wikinote which is like saying an Android item of Google wiki notes.



Note that if you define your own MIME data types like this, the vnd.android.cursor.dir and vnd.android.cursor.item categories should be retained, since they have meaning to the Android system, but the actual item types should be changed to reflect your particular data type.



So far Android has been able to find a ContentProvider that handles the Content URI supplied by the Linkify Intent call, and has queried the ContentProvider to find out the MIME types for that URI. The final step is to find an activity that can handle the VIEW action for that MIME type. Take a look in the the AndroidManifest.xml file again. Inside the WikiNotes activity definition, you will see:



<intent-filter>
<action name="android.intent.action.VIEW"/>
<category name="android.intent.category.DEFAULT"/>
<category name="android.intent.category.BROWSABLE"/>
<data mimetype="vnd.android.cursor.item/vnd.google.wikinote"/>
</intent-filter>


This is the correct combination of matches for the VIEW action on a WikiNote type that is requested from the LINKIFY class. The DEFAULT category indicates that the WikiNotes activity should be treated as a default handler (a primary choice) for this kind of data, and the BROWSABLE category means it can be invoked from a "browser", in this case the marked-up Linkified text.



Using this information, Android can match up the VIEW action request for the WikiNotes data type with the WikiNotes activity, and can then use the WikiNotes activity to handle the request.



Why do it like this?



It's quite a trip through the system, and there is a lot to absorb here, but this is one of the main reasons I wanted to write WikiNotes in the first place. If you follow and understand the steps here, you'll have a good grasp of the whole Intents mechanism in Android, and how it helps loosely coupled activities cooperate to get things done.



In this case, we could have found another way to detect wiki words based on a regular expression, and maybe written our own handler to intercept clicks within the TextView and dig out the right data and display it. This would seem to accomplish the same functionality just as easily as using intents, so what is the advantage to using the full Intents mechanism?



In fact there are several advantages:



The most obvious is that because we are using the standard Intent based approach, we are not limited to just linking and navigating to other wiki notes. We get similar behavior to a number of other data types as well. For example, a telephone number or web URL in a wiki note will be marked up by Linkify, and using this same mechanism (VIEW action on the linked data type) the browser or dialer activities will be automatically fired.



It also means that each operation on a wiki note can be treated as a separate life cycle by our activity. We are not dealing with swapping data in and out of an existing activity - each activity works on a particular wiki note and that's all you have to worry about.



Another advantage is that we now have a public activity to handle VIEW actions in WikiNotes no matter where the request comes from. Another application could request to view a wiki note (perhaps without even knowing what kind of data it is) and our activity could start up and handle it.



The backstack is automatically maintained for you too. As you forward navigate through WikiNotes, Android maintains the history of notes visited, and so when you hit the back button you go back to the last note you were on. All this is free because we rely on the Android intents mechanism.



Finally, if you run WikiNotes for Android and then start DDMS to take a look at the Activity threads in the WikiNotes application while it is running, you can see that despite what you might think, letting Android manage the navigation is very efficient. Create a few linked notes, as many links deep as you like, and then follow them. If you follow links hundreds of notes deep, you will still only see a handful of WikiNotes activities. Android is managing the activities, closing the older ones as necessary and using the life cycle to swap data in and out.



Next Time



This was a long article, but necessarily so. It demonstrates the importance of the Intents mechanism and to reinforce the notion that it should be used whenever possible for forward navigation, even within a single application. Illustrating this is one of the primary reasons I wrote WikiNotes for Android in the first place.



In the next article we will look deeper into the ContentProvider and examine how it turns a Content URI into a row (or several rows) of data that can be used by an activity.

Aids dapat dilihat dari mulut


Aids merupakan salah saru penyakit yang sangat menular dan pembunuh masal. sebagian dari kita kadang tidak mengetahui AIDS secaara pasti. Berikut saya jelaskan ciri-ciri orang yang terinfeksi AIDS pada rongga mulut.


AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan rusaknya
system kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai macam infeksi. AIDS
disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti dari mana mulai
berjangkitnya penyakit AIDS. Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa,
namun ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar
HIV dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV.
Sebaliknya AIDS tidak dapat ditularkan melalui gigitan serangga, minuman, atau
kontak biasa dalam keluarga, sekolah, kolam renanng, WC umum atau tempat kerja
dengan penderita AIDS.

Gejala Klinis AIDS
AIDS mempunyai spectrum yang luas pada gambaran klinis. Pada awal
permulaan terdapat gejala-gejala seperti terkena flu. Penderita merasa lelah yang
berkepanjangan dan tanpa sebab, kelenjar-kelenjar getah bening dileher, ketiak,
pangkal paha membengkak selama berbulan bulan, nafsu makan menurun/hilang,
demam yang terus menerus mencapai 39 derajat Celcius atau berkeringat pada
malam hari, diarrhea, berat badan turun tampa sebab, luka-luka hitam pada kulit
atau selaput lendir yang tidak bias ssembuh, batuk-batuk yang berkepanjangan dan
dalam kerongkongan, mudah memar atau pendarahan tanpa sebab. Gejala-gejala
awal ini sering disebut AIDS Related Complex (ARC). Bila keadaan penyakit ini
meningkat, penyakit ganas lain berkembang seperti: radang paru (penumocytis
carinii), kandiasis oesophagus, cytomegalovirus atau herpes, sarcoma kaposi, tumor
ganas pembuluh darah.

Manifestasi AIDS dirongga mulut
Sekitar 95% penderita AIDS mengalami manifestasi pada daerah kepala dan
leher sebagaimana juga menurut Shiod dan Pinborg 1987. Manifestasi di mulut
seringkali merupakan tanda awal infesi HIV

Infeksi karena jamur (Oral Candidiasis)
Kandiasi nulut sejauh ini merupakan tanda di dalam mulut yang paling sering
dijumpai baik pada penderita AIDS maupun AIDS related complex (ARC) dan
merupakan tanda dari manifestasi klinis pada penderita kelompok resiko tinggipada
lebih 59% kasus.
Kandiasis mulut pada penderita AIDs dapat terlihat berupa oral thrush, acute
atrophic candidiasis, chronic hyperplastic candidiasis, dan stomatis angularis
(Perleche).

Infeksi karena virus
Infeksi karena virus golongan herpes paling sering dijumpai pada penderita AIDS
dan ARC. Infeksi virus pada penderita dapat terlihat berupa stomatis herpetiformis,
herpes zoster, hairy leukoplakia, cytomegalovirus.

Infeksi karena bakteri
Infeksi karena bakteri dapat berupa HIV necrotizing gingivitis maupun HIV
periodontitis.
a. HIV necrotizing gingivitis
HIV necrotizing gingivitis dapat dijumpai pada penderita AIDS maupun
ARC. Lesi ini dapat tersembunyi atau mendadak disertai pendarahan waktu
menggosok gigi, rasa sakit dan halitosis.
Necrotizing gingivitis paling sering mengenai gingiva bagian anterior. Pada
situasi ini, pabila interdental dan tepi gingiva akan tampak berwarna merah,
bengkak, atau kuning keabu-abuan karena nekrosis, bakan sering terjadi
necrotizing ulcrerative gingivitis yang parah dan penyakit periodontal yang
progresif sekalipun kebersihan mulut terjaga dengan baik dan walaupun telah
diberikan antibiotika.

b. HIV periodontitis
Penyakit periodontal yang berlangsung secara progresif mungkin
merupakan indicator awal yang dapat ditemukan pada infeksi HIV. Dokter gigi
seyogyanya mendiagnosa secara dini proses kerusakan tulang alveolar
tersebut dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan adnya infeksi HIV.
Hal ini disebabkan terutama oleh adanya fakta bahwa sejumlah penderita
AIDS yang mengalami kerusakan tulang alveolar yang cepat.

Neoplasma
Sarkoma kaposi yang berhubungan dengan AIDS tampak sebagai penyakit
yang lebih ganas dan biasanya telah menyebar pada saat dilakukan diagnosa awal.
Kira-kira 40% penderita AIDS dengan sarcoma kaposi akn meninggal dalam waktu
kurang lebih satu tahun dan biasanya disertai dengan infeksi opotunistik yang lain
(misalnya pneumocystic carinii, jamur, virus, bakteri).
Manifestasi mulut sarcoma kaposi biasanya merupakan tanda awal AIDS dan
umumnya (50%) ditemukan dalam mulut pria homoseksual. Selain mulut, sarcoma
ini juga dapat ditemukan dikulit kepala dan leher. Sarkoma kaposi pada mulut
biasanya terlihat mula –mula sebagai macula, nodul dan plak yang datar atau
menonjol, biasanya berbewntuk lingkaran dan berwarna merah atau keunguan.
Terletak pada palatum dan besarnya dari hanya beberapa millimeter sampai
centimeter. Bentuknya tidak teratur, dapat tunggal atau multiple dan biasanya
asintomatik, sehingga baru disadari oleh pasien bila lesi sudah menjadi agak besar.

Kelainan lain didalam mulut
Kelainan-kelainan ini tidak diketahui sebabnya, dapat timbul berupa :
a. Stomatis aphtosa rekuren, terutama tipe mayor.
b. Ulkus nekrotik yang meluas sampai ke fausia.
c. Xerostomia
d. Pembesaran kelenjar parotis, terutama penderita AIDS anak-anak.
e. Idiophatic thrombocytopenia purpura.
f. Palsi wajah
g. Addisonian mucosal hyperpigmentation
h. Limfadenopati submandibula.
i. Hiperpigmentasi melanotik
j. Penyembuhan luka yang lama
k. Bayi yang lahir dengan infeksi AIDS dapat mengalami deformasi wajah.

Kompetisi Blog Telkom


Untuk Yang gemar blogging dan ingin berpasrtisipasi untuk ikut dalam kompetisi , bisa coba salah satu kompetisi yang diselenggarkan Telkom.tv. hadiah yang disediakan untuk pemenang lumayan juga loh :), nah berikut uraian lengkap yang sya kutip dari web Telkom.tv.


Kompetisi Blog
Mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk giat menuangkan ide dan kreasi melalui tulisan dan multimedia secara terbuka, jujur, dan jernih; Telkom menyelenggarakan Kompetisi Blogging. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh masyarakat di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Hadiah
Hadiah menarik menanti para pemenang:

* 1 Buah Notebook
* 3 Buah Handphone CDMA Flexi
* Hadiah Lain Yang Menarik


Ketentuan
Peserta bermukim (memiliki KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar) di daerah operasi Telkom Divisi Regional III: Pandeglang, Rangkasbitung, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Indramayu, Majelengka, Kuningan, atau Cirebon.

Peserta boleh dari latar belakang suku, agama, usia, profesi, apa pun.

Peserta memiliki blog yang telah beroperasi pada saat didaftarkan mengikuti kompetisi.

Peserta dapat menggunakan layanan blog umum (WordPress, Blogger, Multiply), yang memiliki feed RSS 2.0.

Miniblogging (tumblelog) dan microblogging (Jaiku, Twitter, dll) belum dapat didaftarkan untuk kompetisi ini.

Peserta menyanggupi bahwa blog yang dikelolanya tidak melanggar hukum, etika, serta tidak menyinggung SARA.

Untuk yang berminat silahkan klik banner berikut:

Telkom.TV

Bersaing secara sehat dan keep blogging. Kompetisi merupakan salah satu wujud dari keberanian seseorang untuk mengekspresikan diri.

Gabung Diajang Kompetisi Blog



Informasi ini saya dapatkan dari oom mungkin agak telat tapi saya tetap mengajak rekan-rekan blogger untuk berpartisipasi di ajang penghargaan untuk blogger.

Tujuan saya mangikuti even ini hanya untuk maramaikan peserta dari indonesia ke ajang dunia dimana selama ini bangsa kita mengalami keterpurukan. apa salahnya kita membangkitkan dan memulihkan nama baik bangsa kita melalui blog :) setujukan semuanya?
untuk berpartisipasi dan mndukung blog ini silahkan klik banner dibawah ini :

My site was nominated for Best Blog of All Time!

My site was nominated for Best Health Blog!

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah mengunjungi blog ini dan sudi mendukung blog ini.

Linkify your Text!

This is the first in a series of technical articles about WikiNotes for Android, part of the Apps for Android project.



This article covers the use of Linkify to turn ordinary text views into richer link-oriented content that causes Android intents to fire when a link is selected.



Linkify: The Linkify class in the SDK is perfect for creating a wiki note pad. This class lets you specify a regular expression to match, and a scheme to prepend. The scheme is a string that, when the matched text is added, forms a Content URI to allow the correct data to be looked up.



For example, in our case we want to look for a regular expression match for a WikiWord (that is, a word with camel case and no spaces). Linkify can then turn this into a Content URI - something like >content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/WikiWord which can then be used to locate the correct wiki page from a content provider.



As a bonus, the Linkify class also defines several default matches, in particular it is able to turn web URLs, email addresses and telephone numbers into active links which fire Android intents automatically.



Linkify can be passed any TextView in your application, and will take care of creating the links and enabling their "clickability" for you.



Default Linkify: Using the set of default active link options is very straightforward - simply pass it a handle to a TextView with content in it, and the Linkify.ALL flag:



TextView noteView = (TextView) findViewById(R.id.noteview);
noteView.setText(someContent);
Linkify.addLinks(noteView, Linkify.ALL);


and that's it. The Linkify.ALL flag applies all of the predefined link actions, and the TextView will be immediately updated with a set of active links which, if you select them, fire default intents for the actions (e.g. a web URL will start the browser with that URL, a telephone number will bring up the phone dialer with that number ready to call, etc.).



Custom Linkify: So what about our WikiWord? There is no pre-defined action for that, so it needs to be defined and associated with a scheme.



The first task is to defined a regular expression that matches the kind of WikiWords we want to find. The regex in this case is:



\b[A-Z]+[a-z0-9]+[A-Z][A-Za-z0-9]+\b


Obvious no? Well actually this is equivalent to the following description: "Starting with a word boundary (the \b) find at least one upper case letter, followed by at least one lower case letter or a numeric digit, followed by another upper case letter, and then any mix of upper case, lower case or numeric until the next word boundary (the final \b)". Regular expressions are not very pretty, but they are an extremely concise and accurate way of specifying a search pattern.



We also need to tell Linkify what to do with a match to the WikiWord. Linkify will automatically append whatever is matched to a scheme that is supplied to it, so for the sake of argument let's assume we have a ContentProvider that matches the following content URI:



content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/WikiWord


The WikiWord part will be appended by Linkify when it finds a match, so we just need the part before that as our scheme.



Now that we have these two things, we use Linkify to connect them up:



Pattern wikiWordMatcher = Pattern.compile("\\b[A-Z]+[a-z0-9]+[A-Z][A-Za-z0-9]+\\b");
String wikiViewURL = "content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/";
Linkify.addLinks(noteView, wikiWordMatcher, wikiViewURL);


Note that the \b's had to be escaped with double backslashes for the Java Pattern.compile line.



Linkify can be used multiple times on the same view to add more links, so using this after the Default Linkify call means that the existing active links will be maintained and the new WikiWords will be added. You could define more Linkify actions and keep applying them to the same TextView if you wanted to.



Now, if we have a WikiWord in the TextView, let's say MyToDoList, Linkify will turn it into an active link with the content URI:



content://com.google.android.wikinotes.db.wikinotes/wikinotes/MyToDoList


and if you click on it, Android will fire the default intent for that content URI.



For this to all work, you will need a ContentProvider that understands that Content URI, and you will need a default activity capable of doing something with the resulting data. I plan to cover these in future blog entries (and soon). In fact, the whole Wiki Note Pad application is currently undergoing some clean up and review, and will then hopefully be released as a sample application.

Android Developer Challenge Deadline Approaching Quickly

The Android Developer Challenge is proceeding nicely. We're excited about the interest people have shown so far and have enjoyed talking to everyone working on new Android Apps.

As a quick reminder, the first phase of the challenge will be ending on April 14. In the Android Developer Challenge I, the 50 most promising entries received by April 14 will each receive a $25,000 award to fund further development. Those selected will then be eligible for even greater recognition via ten $275,000 awards and ten $100,000 awards.

Keep working on your applications, and be sure to post in the forums if you have any questions!

Kedokteran Gigi


Nah saya ingin mengakrabkan teman-teman kepada dunia kedokteran gigi dan mengambil beberapa hikmah, disini saya akan membahas tentang spesialisasi di bidang kedokteran gigi. Apa aja sih ?

Nah biar ga salah dan tepat memilih dokter gigi untuk perawatan gigi anda. Terkadang beberapa dokter malah mengambil bagian yang bukan bidang spesialis mereka, mungkin hal ini yang menyebabkan maraknya malpraktek dikalangan medis, ga maukan jadi korban?
berikut saya jelaskan spesialisasi kedokteran gigi biar ga salah pilih :)

1. Bedah Mulut (Sp.BM)

Menangani berbagai kasus di daerah gigi dan mulut

yang memerlukan tindakan bedah

untuk terapinya yang terbagi menjadi bedah minor

dan bedah mayor.

Contoh Bedah minor : operasi gigi geraham ke-3

(impaksi molar-3) yang tumbuh tidak sempurna, miring

atau tertanam seluruhnya (embeded)

Contoh Bedah mayor : terapi pengangkatan tumor,

retak/patah (fraktur) rahang,

operasi bibir sumbing.

2. Oral Medicine (Sp.OM)

Bisa dikatakan spesialisasi ini adalah seperti internis

atau ahli penyakit dalam-nya kedokteran gigi.

Berkaitan dengan penyakit-penyakit di rongga mulut.

Misal : cancer, adanya manivestasi virus HIV di rongga mulut, jamur,

termasuk juga gerodontology atau manifestasi proses penuaan di rongga mulut.

3. Konservasi Gigi (Sp.KG)

Spesialisasi yang menangani masalah restorasi gigi (esthetic restoration)

termasuk perawatan terhadap kelainan jaringan syaraf.

Sehingga secara garis besar mencakup tindakan

Operative Dentistry (misal : menambal gigi yang belubang,

melakukan restorasi jaket,

pelapisan gigi yang mengalami perubahan warna,

bleaching atau pemutihan gigi)

dan endodontic (perawatan kerusakan jaringan syaraf

atau yang disebut pulpa gigi,

termasuk juga tindakan bedah endodonsi)

4. Prostodonsia (Sp.Prost)

Menangani masalah ketiadaan gigi di rongga mulut,

dengan menggantinya menggunakan gigi palsu.

Baik gigi palsu lepasan, cekat maupun implant.

5. Periodonsia (Sp. Per)

Menangani segala kelainan jaringan periodontal. Jaringan periodontal adalah jaringan yang mendukung gigi, termasuk gusi, dan jaringan tulang disekitarnya. Mencakup juga beberapa tindakan bedah yang disebut bedah periodontal.

Contoh : perawatan peradangan gusi, kegoyahan gigi karena kerusakan jaringan tulang disekitarnya, tindakan operatif perawatan gusi yang naik (resesi) dan mengakibatkan terbukanya akar gigi

6. Pedodonsia (Sp.KGA)

Merupakan spesialis Kedokteran Gigi Anak, jelas berperan seperti dokter anak,

untuk seluruh masalah gigi dan mulut pada anak-anak

7. Orthodonsia (Sp.Orth)
merupakan salah satu spesialisasi yang sangat populer di masyarakat. Spesialisasi yang berkomepten merapikan susunan gigi yang tidak teratur.

Yang menjadi trend adalah pemasangan bracket atau alat ortodonsi cekat.

Tooth Camera


Satu alat kedokteran gigi ini bisa untuk foto2 dalam rongga mulut, walaupun bukan dokter gigi apa salahnya tau kondisi mulut kita. Asalkan jangan untuk yang aneh-aneh aja ya :)

Spesifikasi :
Image Device: 1/3 "CMOS high sensitivity
TV System: PAL/NTSC
Validity Pixel: PAL:628 X 582; NTSC: 510 X492
Definition: 380 lines
Sensitivity: 0.5 lux
Signal/noise ratio: 52db
Electronic shutter: Automatic(150 to 1/100000)
Lighting: 4 leds
Adjustments: Automatic
Angle of view: 80degree
Size of the hand piece: L-200; l-20; h-22 mm
Size of the distal part: L-16.5; h-12 mm
Weight of the hand piece: 50g
Atmospheric pressure: 900hpa to 1060hpa
Output : USB / RCA (tv input)


Harga Satuan : Rp850.000,-* (+ ongkos kirim)
Garansi 1 Bulan Ganti Baru

untuk yang mau beli bisa hubungi saya lewat buku tamu ato komentar :)
hhmmm lewat email juga boleh :) Ato yang ada YM ok aja.

(kalau ada yag mau jadi reseller juga bisa koq dapet komisi loh..)

Nah ini contoh hasil jepretannya :)
http://drgsuardiana.googlepages.com/1.jpg
http://drgsuardiana.googlepages.com/2.jpg
http://drgsuardiana.googlepages.com/3.jpg

Announcing: Apps for Android

Screenshot of WikiNotes for AndroidWe are pleased to announce that a new open source project has been created on Google code hosting called apps-for-android. Our goal is to share some sample applications that demonstrate different aspects of the Android platform.



The first application to be included in the new project is called WikiNotes for Android.



For anyone not familiar with the concept of a wiki, it is a simple way to link up pages of information using WikiWords (words that use CamelCase). For example, in the previous sentence, both WikiWords and CamelCase would become live links in a Wiki, and would take you to pages of information.



WikiNotes for Android is a form of wiki known as a personal wiki. These run on desktops or (in this case) mobile computing devices, and many people like them. They bring a bit more structure to your notes than just a list of subjects. You can choose to link notes or pages up in any manner you like.



This particular implementation uses a regular expression to match WikiWords and turn them into links that fire Intents to go to other notes. Because of the way the links are implemented, the application will also create links out of telephone numbers that take you to the dialer and URLs that start up the browser.



Search by title and content is also implemented, so even if you forget the structure, you can still find that all-important note about where you left your car in the airport car park.



This wiki has a view mode and an edit mode. In view mode, the links become active and allow you to navigate to other notes, or to other activities like dialer and web browser. In edit mode, you see a plain text view that you can edit, and when you confirm the changes it goes back to view mode. There is both a menu entry and keyboard shortcut to switch to edit view, so that you can very quickly make changes. And, if you get lost in the note structure, there is also an option to take you back to the start page.



WikiNotes for Android was written to demonstrate a number of core concepts in Android, including:




  • Multiple Activities in an Application (View, Edit, Search, etc.)

  • Default intent filters for View/Edit/Search based on MIME types

  • Life cycle of Activities

  • Message passing via Bundles in Intents

  • Use of Linkify to add Intent-firing links to text data

  • Using Intents within an application

  • Using Intents to use an Activity within another application

  • Writing a custom ContentProvider that implements search by note title

  • Registration of ReST-like URIs to match titles, and do contents searches

  • SQLite implementations for insert, retrieve, update, delete and search

  • UI layout and creation for multiple activities

  • Menus and keyboard shortcuts



The application remains small in size and features to make it easy to understand. In time, more features will be added to the application to make it more useful, but a sample version with the minimal functionality will always be available for developers new to the Android platform.



If you believe that firing an Intent for every link that is clicked is sub-optimal and will waste resources, please take a look at the running application using DDMS. You will see how efficiently Android re-uses the running Activities and indeed, this is one of the main reasons WikiNotes for Android was written. It demonstrates that using the Android Activities and Intents infrastructure not only makes construction of component-based applications easy, but efficient as well.



There will also be a series of technical articles about the application right here on the Android Developer blog.



And please, keep an eye on the apps-for-android project, as more sample applications will be added to it soon.



Happy wiki-ing.

Android SDK update: m5-rc15 released

Earlier today we released an update to the Android SDK – we're calling it m5-rc15. With this update, the SDK now includes all of the incremental changes we've been making to the online documentation since m5-rc14 was released in mid-February. In addition to the latest documentation, we've also fixed a security issue involving handling of image files.



We recommend that you install m5-rc15 at your earliest convenience. The update doesn't change any of the Android APIs or introduce any new ones. Eclipse users don't need to update the ADT plug-in either.



Once you've unzipped the file on your machine, you will want to update things like your PATH variable and, if you're using Eclipse, the SDK location setting for ADT (hint: Preferences > Android).

Tindakan Orang tua

Berikut saya berikan sedikit tips kepada orang tua dalam menangani anak yang sedang tumbuh gigi susunya,karena beberapa orang tua mengalami kesulitan dalam menghadapi anak yang sedang timbuh gigi susunya.

MERANGSANG ERUPSI GIGI

Biasanya bayi menjadi rewel kala tengah mengalami erupsi gigi. Karena erupsi gigi biasanya menimbulkan gejala demam yang tak terlalu tinggi atau dikenal dengan istilah sumeng. Ini terjadi karena gigi akan menembus lapisan gusi yang keras, sehingga diperlukan suatu energi yang kuat. Nah, reaksi yang ditimbulkan tubuh itulah yang menyebabkan si bayi jadi sumeng. Selain itu, erupsi gigi juga menimbulkan gejala air liur mengences dan rasa gatal pada gigi. Itulah mengapa si bayi maunya menggigit-gigit sesuatu. Biasanya orang tua memberikan mainan plastik yang tak berbahaya untuk bisa digigit-gigit si bayi. Cara ini ternyata ada manfaatnya karena dapat merangsang erupsi gigi. Ada suatu refleks yang mempercepat keluarnya gigi. Karena dengan menggigit-gigit, maka gigi yang runcing dari dalam akan menekan-nekan gusi sehingga mempercepat keluarnya gigi. Bila tak ada mainan yang bisa digigit, maka bisa diganti dengan wortel. Karena wortel agak keras, tak mudah putus dan yang pasti lebih murah. Untuk merangsang erupsi gigi juga harus diperhatikan makanan yang dikonsumi bayi. Makanan tersebut harus mengikuti aturan dari dokter anak. Misalnya, kapan saja diberikan makanan cair, makanan setengah padat dan makanan padat. Pemberian makanan yang cukup sesuai aturan sebetulnya untuk memenuhi nutrisinya. Nutrisi ini berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang pertumbuhan gigi dari dalam. Pemberian vitamin untuk merangsang pertumbuhan gigi pada bayi juga bisa dilakukan sesuai anjuran dokter. Ada zat yang dapat memperkuat gigi bayi, menjaga dan mencegah kerusakan gigi, yaitu zat fluor. Zat ini bisa diberikan pada ibu hamil sampai bayi lahir hingga berusia 10 tahun.

RAJIN MEMBERSIHKAN GIGI

Sejak erupsi gigi yang pertama orang tua harus membersihkan gigi tersebut setiap habis menyusui, karena susu bisa menempel pada gigi dan berbahaya bagi kesehatan gigi. Nanti di usia 1-2 tahun giginya bisa rusak dan berlubang kalau tak dibersihkan sejak awal. Juga bisa sampai berwarna hitam karena pengaruh dari sisa-sisa makanan yang menempel. Nah, kalau ini yang terjadi, berarti sudah ada kelainan. Sebetulnya, lanjut Ismu, sebelum gigi erupsi pun si bayi sebaiknya sudah diajarkan merawat gigi. Caranya dengan orang tua membersihkan gusi-gusi si bayi pakai kain kasa atau kapas yang dibasahi air matang. Posisi yang paling enak dengan memangku si bayi dan mendekap kepalanya ke dada ibu. Setelah giginya erupsi, gunakan sikat gigi khusus bayi. Sedikitnya dibersihkan sekali sehari tanpa memakai pasta gigi, dengan posisi kepala si bayi di pangkuan ibu. Setelah anak bisa berjalan barulah diajarkan menyikat gigi sendiri. Posisinya, ibu di belakang anak dan membantu anak menyikat gigi dari belakang. Gunakan sikat gigi khusus anak sesuai usianya dan pasta gigi yang mengandung fluor namun rasanya tak manis. Lakukan 2 kali sehari, sehabis makan pagi dan mau tidur malam. Orang tua sebaiknya memilih model sikat gigi maupun pastanya menurut kesukaan anak. Kemudian cara menyikat giginya yang penting adalah bersih. Anak dibantu dalam menyikat gigi sampai kemudian ia bisa dilepaskan sendiri untuk menyikat gigi. Sebaiknya kebiasaan membersihkan gigi ditanamkan oleh orang tua sejak dini, sehingga kelak dengan sendirinya kebiasaan ini akan terbentuk dalam diri anak.

Bayi usia 0-6 bulan umumnya belum memiliki gigi susu. Namun begitu, kegiatan membersihkan lidah dan gusinya sudah harus dilakukan begitu selesai menyusu dan sebelum tidur malam. Berikut langkah-langkahnya:

* Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut.

* Celupkan/basahi kain tersebut dengan air matang.

* Balutkan kain pada jari telunjuk ibu/ayah.

* Bersihkan mulut dan gusi si kecil secara perlahan.

* Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa.

Gigi Bayi

* Bila gigi susu bayi sudah muncul, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak menggunakan pasta gigi, sediakan lap basah karena si kecil belum bisa berkumur. Posisikan ia duduk di pangkuan.

Arah membersihkannya bisa vertikal maupun horisontal. Yang penting seluruh permukaan gigi, baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah), dan sela-selanya ikut dibersihkan.

* Kalau sudah selesai, seka pasta giginya dari mulut dan bibir dengan lap basah sampai bersih.

Gigi Anak

Lakukan langkah-langkah menggosok gigi yang terbaik seperti ini:

* Gosok gigi searah, dari atas ke bawah untuk gigi atas; dan sebaliknya dari bawah ke atas untuk gigi bawah. Inilah prinsip menyikat “dari merah ke putih” atau dari gusi ke ujung gigi agar kotoran yang tersapu tidak balik lagi. Gerakan searah juga menjaga kesehatan gusi.

* Buatlah gerakan mengeluarkan kotoran dari sela-sela gigi.

* Gosoklah perlahan semua permukaan gigi mulai dari bagian dalam, tengah, dan luar.

* Bersihkan juga langit-langit, dinding mulut, dan permukaan lidah.

* Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi bersih dan jernih. Untuk anak yang baru belajar berkumur sediakan air matang.

* Jangan berkumur terlalu banyak supaya masih tersisa fluoride untuk menjaga kekuatan gigi.

Waktu Gosok Gigi

Waktu terbaik untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi setelah makan bertujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan ataupun di sela-sela gigi dan gusi. Sedangkan menggosok gigi sebelum tidur berguna untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut karena dalam keadaan tidur tidak diproduksi ludah yang berfungsi membersihkan gigi dan mulut secara alami. Untuk itu usahakan gigi betul-betul dalam kondisi bersih sebelum tidur. Nah, ketika bangun pagi, gigi masih relatif bersih sehingga menyikatnya bisa dilakukan setelah sarapan.


Pilih Dan Ganti Sikat Gigi

Untuk anak, pilih sikat gigi yang ukurannya kecil dengan tangkai yang mudah digenggam. Bulu sikatnya halus tapi kuat. Bagian ujung kepala sikatnya menyempit agar mudah menjangkau bagian dalam. Untuk bayi, ada pilihan sikat gigi karet, bulu, atau sikat gigi sarung untuk dipakai pada jari telunjuk ayah/ibu. Jika gigi sudah keluar lebih dari 8, bersihkan dengan sikat gigi bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus, dengan kode ukuran P20, atau yang berbulu karet.

Selanjutnya, anak 1-5 tahun bisa memakai sikat dengan 3 deret bulu. Di usia 6 tahun ke atas (periode gigi geligi bercampur), selain sikat dengan 3 deret bulu dapat pula dipakai sikat dengan 4 deret bulu.

Jika memakai bulu sikat yang keras maka gusi akan mengalami abrasi. Jaringan gusi akan rusak sehingga akar gigi akan terbuka. Akar gigi yang tidak dilapisi email ini akan terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan. Gantilah sikat gigi kalau bulunya sudah mekar atau tidak beraturan agar tidak melukai gusi.

Porsi Pasta Gigi

Pasta gigi tidak diwajibkan bagi bayi dan balita. Jadi, kalau anak tak mau, ya jangan dipaksa. Kenalkan saja secara perlahan. Pasta gigi pada prinsipnya dibuat dengan kandungan bahan-bahan pelindung permukaan gigi.

Salah satunya fluoride yang sampai kadar tertentu membuat gigi tetap kuat. Kandungan fluoride dalam pasta gigi anak umumnya masuk kategori aman. Namun sebaiknya, pilih pasta dengan kandungan fluoride paling sedikit. Ketika hendak menyikat gigi, oleskan pasta gigi sedikit saja, yakni tidak lebih dari ukuran sebutir kacang polong.


(diambil dari berbagi sumber yang saya rangkai menjadi sebuah artikel dan saya masukkan ilmu yang saya dapat sebagai tambahan)

Pertumbuhan Gigi Susu

Sebelumnya saya mohon maaf karena baru sempat posting, akhir-akhir ini saya agak sibuk dan jarang ngeblog. Mudah-mudahan tidak mengecewakan yah :). kepada mas Ysugiri (www.ysugiri.blogspot.com)yang menunggu postingannya mohon maaf mas.
Sesuai dengan pertanyaan mas ysugiri saya akan membahas tentang pertumbuhan gigi susu, beberapa orang tua pastinya khawatir akan terlambatnya pertumbuhan gigi susu buah hatinya namun tidak perlu khawatir karena memang tidak semua anak sama untuk pertumbuhan giginya.

Pada dasarnya erupsi atau keluarnya gigi susu pertama terjadi di usia 6-8 bulan. Umumnya diawali oleh keluarnya gigi seri tengah bawah, lalu secara berurutan gigi seri tengah atas, gigi seri lateral atas dan gigi seri lateral bawah, geraham susu pertama, gigi taring dan geraham susu kedua. Tapi erupsinya tak sekaligus, melainkan satu per satu dan kadang ada juga yang sepasang-sepasang. Umumnya ketika anak berusia 1 tahun mempunyai 6-8 gigi susu (tapi kadang ada juga yang hanya 2 gigi walaupun tanpa disertai keluhan pertumbuhan) dan akan menjadi lengkap berjumlah 20 gigi susu (4 gigi seri atas-bawah, 2 gigi taring kanan-kiri di atas-bawah, dan 4 geraham kiri-kanan di atas-bawah) pada usia 18 bulan atau 2 tahun. Kendati erupsi gigi pertama terjadi pada usia 6-8 bulan, namun masih belum bisa dikatakan terlambat apabila di atas usia tersebut belum juga keluar gigi pertama. Karena, normalnya erupsi gigi terjadi pada usia 6-12 bulan. Lain halnya bila si anak sudah berusia lebih dari setahun tapi belum juga terjadi erupsi gigi, maka perlu diketahui penyebabnya, ini apa bila anak belum sama sekali tumbuh giginya.
Kemungkinan keterlambatan itu karena ada kelainan pertumbuhan gigi atau pertumbuhan gigi yang tak sempurna. Misalnya, anak tidak mempunyai benih gigi, sehingga ditunggu sampai usia berapa pun tak akan ada erupsi. Tentunya kelainan ini akan tetap berlanjut sampai dewasa, ia tak akan mempunyai gigi kecuali bila dibuatkan gigi susu. Tapi faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan pertumbuhan ini tidak diketahui secara pasti dan bukan diakibatkan kekurangan suatu zat tertentu. Diduga, kelainan ini hanya ada pada daerah-daerah tertentu. Ada juga ditemui kasus yang dikarenakan perkawinan, misalnya, keturunan suatu keluarga. Sementara erupsi gigi yang terjadi lebih dini juga dikatakan kelainan pertumbuhan. karena seharusnya erupsi gigi itu menurut normal perkembangannya. Jadi kalau di luar normal perkembangannya, maka dikatakan ada kelainan.
Erupsi gigi susu yang terjadi lebih dini termasuk kelainan pertumbuhan
dan perkembangan gigi. Contohnya, bayi yang pada saat lahir sudah
memiliki gigi (istilahnya gigi natal). Tumbuhnya tidak tentu, di bagian
depan atas atau bawah tapi jarang di bagian belakang. Banyaknya satu
buah. Ada juga erupsi gigi dini yang terjadi baru pada bulan pertama
setelah kelahiran (istilahnya gigi neonatal). Pada kasus keduanya, belum
tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi.
Tapi tak semua gigi yang erupsinya lebih dini adalah betul-betul gigi dengan memiliki akar gigi. Ada juga yang bukan gigi betulan tapi semacam epitel atau tonjolan dari gusi yang keras seperti gigi tapi tak ada akarnya.
Nah, pada kasus ini mesti dilihat apakah mengganggu atau tidak. Kalau dianggap mengganggu, maka mesti dibuang. Tapi kalau tidak, ya, tak apa-apa. Yang dimaksud mengganggu, misalnya, gigi tersebut goyang karena memang belum mantap, sehingga si bayi merasa sakit dan membuatnya rewel. Tentunya kalau gigi tersebut goyang dikhawatirkan akan lepas sendiri sehingga bila tertelan oleh si bayi. Jadi, harus dicabut. Begitupun bila sang gigi membahayakan si ibu pada saat menyusui. Karena gigi tersebut tajam dan akan membahayakan puting susu karena luka gigitan.

Beberapa gejala pada anak pada saat giginya tumbuh (erupsi):

* Gatal pada gusi

Ini paling sering dialami. Rasa gatal ini membuat anak sering menggigit
benda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yang
agak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidak
membahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untuk
digigit-gigit yang aman dari zat beracun.

* Rewel

Keadaan gatal pada gusi membuat bayi merasa tak nyaman. Akibatnya bayi
yang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.

* Gusi tampak kemerahan

* Tidak nafsu makan

Perasaan tak enak di mulut karena tumbuh gigi bisa membuat anak malas
makan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.

* Demam

Biasanya tidak sampai demam tinggi. Bila demamnya cukup tinggi, bawalah
anak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akan
tumbuh gigi atau ada penyebab lain.


GIGI TETAP

Gigi tetap pertama biasanya muncul di usia 6 tahunan. Oleh karenanya,
paling baik kalau gigi susu tanggal ketika gigi tetap penggantinya sudah
teraba atau terlihat. Gigi susu harus dipertahankan karena merupakan
penuntun erupsi bagi gigi tetap. Jika gigi susu copot sebelum waktunya
gigi tetap keluar, maka gigi geligi “tetangganya” akan bergeser mengisi
sebagian kavling yang kosong. Akibatnya, gigi tetap tumbuh tidak pada
tempatnya alias berantakan.